LAPORAN PRAKTIK
SISTEM KENDALI 1
JURUSAN
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
PENGENDALIAN
TEMPERATURE DENGAN PTC
Oleh :
Febry Hario Wibowo
Febry Hario Wibowo
14507134034
FAKULTAS TEKNIK
UNEVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014
A.
TUJUAN
:
Setelah melaksanakan
praktek mahasiswa dapat :
1.
Menjelaskan
prinsip kerja dari rangkaiaan pengontrol panas dengan PTC.
2.
Menganalisa
hasil percobaan yang dapat dilihat.
3.
Menentukan
besaran suhu yang konstan dari PTC.
B.
DASAR
TEORI
Sensor adalah komponen yang dapat
digunakan untuk mengkonversi
suatu besaran tertentu menjadi satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suaturangkaian
elektronik. Sensor merupakan komponen utama dari suatu tranduser,sedangkan
tranduser merupakan sistem yang melengkapi agar sensor tersebutmempunyai
keluaran sesuai yang kita inginkan dan dapat langsung dibaca padakeluarannya.
Suhu adalah salah satu gejala alam yang diukur dalam sebuahsistemkontrol.
Derajat atau tingkat kepanasan sesuatu atau obyek yang diukur.Sehingga Sensor
suhu adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran panasmenjadi besaran
listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada beberapa metode
yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengancara menggunakan
material yang berubah hambatannya terhadap arus listriksesuai dengan suhunya.Sensor
adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis,magnetis, panas,
sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor seringdigunakan
untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran
atau pengendalian. Sensor suhu adalah alat atau komponen atau sensor elektronikayang
dipakai untuk mengukur suhu. Pada percobaan ini kita menggunakan sensorsuhu
yang menggunakan termistor atau yang menggunakan resistor PTC.Prinsip dasar
dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atauwerstan atau
resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah.
Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan
resistor(alat pengukur tahanan).PTC
( Positive Temperatur Coeficient ) merupakan
jenis thermistor yang mempunyaikepekaan
terhadap perubahan suhu disekitarnya. Pada saat suhu di sekitar PTC naik maka
tahanan dlam PTC akan naik pula dan sebaliknya jika
suhu di sekitarnya turun makahambatannya akan turun.
Termistor adalah salah satu jenis sensor suhu yang mempunyai koefisien temperatur
yang tinggi. Dimana komponen ini dapat mengubah nilai resistansikarena adanya
perubahan temperatur. Dengan demikian dapat memudahkan kitauntuk dijadikan
sebagai mengubah energi panas menjadi energi listrik.termistordibedakan dalam 3
jenis,yaitu termistor yang mempunyai koefisien negatif, yangdisebut NTC (
Negative temperature Coefisient), temistor yang mempunyaikoefisien positif,
yang disebut PTC (positive Temperature Coefisient) dantermistor yang mempunyai
tahanan kritis, yaitu CTR ( Critical TemperatureResistance).
C.
ALAT
DAN BAHAN
1.
Rangkaian
pengontrol panas penguji PTC.
2.
Trafo
220 V/6 V / 1-2 A
3.
Heater
berupa Lampu Pijar 100w/220V.
4.
Ammeter
AC batas ukur 2.5 A.
5.
Miliampere
DC 100mA.
6.
Multimeter.
7.
Thermometer.
8.
Kabel
penghubung secukupnya.
D.
KESELAMATAN
KERJA
1.
HATI
– HATI DALAM MENENTUKAN POLARITAS TRAFO! Periksa dahulu phasa dan
netralnya,jangan sampai TERBALIK!
2.
Perhatikan
juga batas dan jenis alat ukur yang digunakan.
3.
Jangan
bersendau gurau saat melakukan percobaaan.
E.
LANGKAH
KERJA
1.
Siapkan
perangkat yang akan digunakan praktek.
2.
Rangkailah
sesuai skema dengan benar dan rapi.Jangan menghubungkan ke sumber tegangan
terlebih dahulu.
3.
Periksalah
pada dosen pengampu hasil rangkaiaan.
4.
Letakkan
posisi saklar pada posisi auto, ukur terlebih dulu tahanan awal PTC pada suhu
ruangan.Dekatkan PTC pada lampu, periksa kembali tahanannya.
5.
Hubungkan
rangkaian ke sumber tegangan, amati dan catat penunjukan : Ig ; Ib dll sesuai
dengan tabel yang tersedia!
6.
Ulangi
langkah No. 5 untuk penunjukan thermometer 40, 50 derajat dan seterusnya.
7.
Perlu
diperhatikan bahwa beberapa saat kemudian lampu akan mati.Pada saat lampu mati,
amati dan catat semua penunjukan alat ukur dan juga temperature-nya.
Kemudian tunggu lampu
akan hidup lagi.Pada saat lampu menyala catat penunjukan meter dan
temperature-nya.
8.
Biarkan
lampu tetap hidup, dan beberapa saat lampu akan mati lagi.Pada saat lampu mati,
lepaskan rangkaian dari sumber tegangan.Ukur tahanan PTC dengan cepat, kalau
kurang cepat tahanannya akan semakin turun.
9.
Kembalikanlah
alat dan bahan ke tempat semula.
F.
TUGAS
PERCOBAAN
G.
TUGAS
LAPORAN
1.
Gambarkan
sekali lagi rangkaiaan pengendali temperature tersebut lengkap dengan
harga/type/spesifikasi komponen yang terpasang.
2.
Berapa
besar arus dan tegangan gate TRIAC saat lampu mulai menyala? Berapa pula saat
lampu menyala normal?
3.
Berapa
tetapan waktu ( time konstan ) pada
pertanyaan butir 2 diatas dan berapa pula variasi nilai R thermistor/PTC?
4.
Bagaimana
kalau PTC diganti dengan NTC? Beri komentar/alasan!
5.
Ceritakan
secara singkat cara kerja rangkaian yang dipraktekkan!
H.
JAWABAN
TUGAS PERCOBAAN
1.
2.
Lampu akan mulai menyala pada saat arus 0,02 A dan pada tegangan 1,10 V.
Lampu
akan menyala dalam keadaan normal pada arus 7,5 A dan pada
tegangan 1,18 V.
3.
Waktu yang dibutuhkan agar lampu dapat menyala adalah 30 sekon.Nilai R saaat
awal adalah 22Ω, dan nilai R saaat akhir adalah 22 Ω.
4. Jika
PTC diganti dengan NTC maka tidak akan terjadi perubahan yang signifikan, Karena
kedua sensor itu memiliki cara kerja yang sama.Merupakan komponen Elektronika
yang digolongkan sebagai Komponen Transduser, yaitu komponen ataupun perangkat yang dapat mengubah suatu energi ke energi
lainnya. Komponen ini yang dapat mengubah energi panas (suhu)
menjadi hambatan listrik.
5. Pada dasarnya rangkaiaan
pengendali temperature dengan PTC bekerja untuk menahan
aliran arus melalui komponen tersebut seperti
sebuah saklar yang dapat membuka dan menutup
berdasarkan kondisi suhu yang bekerja padanya.Pada percobaan diatas lampu menyala pada suhu 46
dan lampu mati pada suhu 66
dan mulai menyala kembali
pada suhu 67
I. KESIMPULAN
Dalam rangkaian ini juga memanfaatkan PTC juga
menggunakan TRIAC sebagai pengendali daya.
Kerja dari TRIAC akan dipengaruhi oleh besarnya arus gate dan arus gate akan
dipengaruhi oleh besar kecilnya hambatan
dalam PTC. Dan dari praktek ini juga dapat diperoleh kesimpulan bahwa PTC merupakan sebuah thermistor yang
memanfaatkan suhu sebagai pemicu perubahan tahanan
dalamnya. Jika suhu di sekitar PTC naik maka hambatannya juga akan naik dan
jika suhu disekitar PTC turun maka
hambatan PTC akan turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar